Dua Tipe Mahasiswa yang Ada di Kampus

Selamat datang readers! Makasih udah melipir di blog ini. Yuk langsung kita mulai pembahasan “Dua Tipe Mahasiswa yang Ada di Kampus”. Here we gooo.....!!

Mungkin ini udah familiar banget buat kalian para mahasiswa, kalaupun kalian masih berstatus siswa sekolah kalian harus baca nih agar ada gambaran kalian mau jadi mahasiswa yang kayak gimana. Gue mutusin nulis artikel ini karena gue sendiri agak risih sama kubu-kubu yang ada di bangku perkuliahan. Gue mulai observasi dengan mengamati tiap kubu yang ada sehingga dapat gue simpulkan cuma ada dua tipe mahasiswa.

1. TIPE MAHASISWA STUDY ORIENTED

Mahasiswa study oriented adalah mahasiswa yang mentingin belajar dan selalu ngejar IPK 4.00 (kalo bisa), bagi mereka IPK adalah segalanya. Mereka selalu ngerjain tugas yang di kerjain dosen sebaik-baiknya, bahkan sampe sedetail-detailnya. 7 x 24 jam mereka dalam seminggu diabisin buat belajar dan belajar terus. Biasanya mahasiswa yang kayak gini adalah mahasiswa yang menjadi pusat contekan dan copy paste, walaupun sebenernya yang masuk tipe ini gak semuanya pinter dan jenius. Mereka yang masuk di tipe ini intinya adalah mahasiswa yang apatis dan gak kenal apa yang ada di kampusnya selain ruangan kelasnya. Mereka biasanya gak peduli kalo lagi ada event-event kampus, organisasi kampus bahkan orang-orang di sekitarnya. Istilahnya mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang).

Segi positif dari mahasiswa tipe ini adalah mereka berpotensi dapet IPK gede jadi mereka bisa lebih mudah dapet respect dari dosen dan pekerjaan nantinya. Mahasiswa dengan IPK tinggi juga lebih gampang dapet beasiswa jadi bisa memudahkan biaya kuliah. Merekapun juga aman dari ancaman DO selama mereka belajar sungguh-sungguh & gak pernah bolos.

Segi negatif dari mahasiswa tipe ini adalah mereka jadi kurang pergaulan selama di kampus. Padahal udah rahasia umum kalo link dari kampus tuh penting banget buat nanti di lapangan kerja. Kalo mereka cuma pentingin belajar dan jarang bergaul mereka bakal mati kutu di dunia kerja nanti. Selain itu, pengalaman mereka selama di kampus minim banget padahal organisasi, UKM dan event-event kampus tuh banyak banget.

2. TIPE MAHASISWA AKTIVIS KAMPUS

Mahasiswa aktivis kampus adalah kebalikan dari mahasiswa study oriented. Mereka lebih mentingin organisasi daripada studinya, bisa di bilang SKS organisasinya lebih banyak daripada SKS akademiknya. Bagi mereka organisasi kampus adalah keluarga keduanya setelah keluarga utamanya. Setelah mereka kelar ngampus mereka pasti melipir dulu ke sekretariat organisasinya baik itu dia ngerencanain program kerja maupun cuma ngobrol-ngobrol ngilangin gabut aja. Gak jarang juga mereka rela cabut kelas bahkan sampe rela pulang larut malem buat hidupin organisasinya. Mahasiswa tipe ini biasanya gak terlalu mentingin IPK, bagi mereka softskills itu jauh lebih penting daripada IPK makanya gak jarang anak organisasi IPKnya anjlok gara-gara kepecah fokusnya. Tapi itu semua balik ke pribadi masing-masing sih sebenernya.

Segi positif dari mahasiswa tipe ini mereka bisa kembangin softskills yang ada pada diri mereka seperti public speaking, time management, team work dll sehingga mereka udah terbiasa sama hal-hal kayak gitu di dunia kerja. Mereka juga punya link kerja yang luas dari temen-temen organisasi mereka. Mereka yang aktif juga berpotensi lebih banyak dapet info-info penting di kampus seperti beasiswa, career expo dan lomba-lomba yang bikin mereka lebih berkembang.

Segi negatif dari mahasiswa tipe ini adalah mereka suka keteteran dalam manajemen waktu, bahkan waktu buat keluarga juga harus dikorbanin buat organisasinya. IPKnya juga sering turun karena banyak dari mereka sering mengabaikan IPKnya padahal itu hal paling dasar banget di perkuliahan. Ancaman DO lebih besar karena mereka sering cabut kelas dan kemungkinan bernilai jelek, bisa juga mereka di DO gara-gara pertanggung jawaban organisasinya belum kelar.

Well, dari dua tipe itu kalian masuk tipe yang mana? Ya itu semua sih balik lagi ke pribadi masing-masing kan. Kedua tipe itu juga both deserve lah istilahnya. Mahasiswa tipe study oriented bisa jadi tutor buat mahasiswa aktivis kampus, sedangkan mahasiswa study oriented bisa nanya-nanya info kampus ke mahasiswa aktivis kampus.
            
Satu quote dari gue:
“Don’t focus on your GPA, actually your GPA only takes you to HRD division when you propose a job” – Trah Nugroho 19 y.o.

0 Comments:

Post a Comment