Don’t Be Afraid of Speaking English! (Road to MEA)


Selamat dataang! Gak berasa udah diujung tahun 2015 aja nih. Bulan Desember ini yang harusnya Masyarakat Ekonomik ASEAN a/k/a MEA udah mulai berlaku di Indonesia namun berubah ketika presiden kita menetapkan MEA harus diundur jadi awal tahun depan yaitu Januari 2016 dengan beberapa pertimbangan yang yaaa lumayan masuk akal. So pasti kita harus punya baaaanyaaaaaak persiapan buat ngehadepin hal itu.

Salah satu yang harus kita persiapin adalah kemampuan berbahasa Inggris, yaaa berbahasa Inggris~. Bahasa yang udah kita dapet dari bangku sekolah dasar, bahkan semasa TK juga udah ada yang dapet. Sepanjang kita sekolah, bahkan gak cuma sekolah, kuliah, kerja dan kehidupan sehari-haripun gak jarang dari bahasa Inggris. Dari kita bangun, nyalain HP, buka kulkas, keluar rumah, nyalain kendaraan, berangkat sekolah atau kuliah atau ngantor, nyalain laptop, internetan, sampe pulang lagi, nonton TV dan akhirnya tidur lagi, gak luput kehidupan kita dari bahasa Inggris.

Tapi ya itu dia, karena bahasa Inggris bukan mother language (bahasa daerah) kita, jadi banyak orang yang males belajar bahasa Inggris karena ribet, entah tenses-nya lah, atau grammar-nya lah, atau part of speech-nya lah bahkan mungkin translate-nya lah. Hal-hal itu yang bikin orang Indo mager belajar bahasa Inggris. Padahal bisa dibilang bahasa Inggris lebih terstruktur loh daripada bahasa Indonesia.

Contoh:
Lebih bener mana antara:
“Aku datang dan merubah cara berpikirmu”
Atau
“Aku datang dan mengubah cara berpikirmu”
Gue sendiri gatau yang mana yang bener.
Sedangkan dalam english:
“I come and change the way you think”
Dan masih banyak lagi tata bahasa Indonesia yang masih meragukan.

Sebenernya banyak cara biar kita bisa berbahasa Inggris, mulai dari cara formal dan non formal. Belajar formal tuh kayak belajar di sekolah, tempat les atau dari buku-buku pelajaran bahasa Inggris. Sedangkan cara informalnya adalah dengan denger lagu, nonton film, baca buku atau novel bahasa Inggris. Tergantung cara kita masing-masing sih untuk suka bahasa Inggris dengan gimana caranya.

Hal yang penting dalam belajar bahasa Inggris adalah dengan praktek, ya praktek~. Dengan membiasakan diri berbahasa Inggris kita bakal bisa dan dengan mudah mahir dalam berbahasa Inggris. Gue sendiri sebagai penulis artikel ini juga belum mahir buat berbahasa Inggris, but at least I try my best to learn english. Dengan membiasakan diri bicara dan menulis bahasa Inggris kita pasti jago deh dalam english. Mulai dari ngomong sama diri sendiri, bikin quote bahasa Inggris, update sosial media, ngomong sama orang lain, sampe ngomong sama bule, itu semua bakal increase our english skill. Why? Because theory is nothing without practice.

Dulu gue sempet ngerasa bodoh dalam bahasa Inggris, bisa dibilang kurang ngerti english lah istilahnya. Tapi gue selalu mencoba dan belajar sehingga gue termotivasi buat bisa berbahasa Inggris. Dulu kalo ketemu bule dan mau ngajak ngomong aja udah deg-degan duluan takut gelagapan. Bahkan walaupun itu bule cuma liatin gue doang guenya langsung deg-degan. Tapi sekarang udah enggak, gue udah biasain speaking, reading and listening english sehingga seolah-olah gue gausah translate kata perkata atau kalimat perkalimat lagi ke bahasa Indonesia, tapi langsung gue artiin di dalam otak gue dalam imajinasi. Jadi seolah-olah bahasa Inggris udah kayak bahasa utama. Bukan maksudnya sombong, tapi ini cara mudah buat bisa bahasa Inggris. Dan siapapun bisa melakukannya.

Jaman sekarang udah canggih sob, smartphone udah bertebaran dimana-mana layaknya HP esia tahun 2007-2008. But you’re still not confident to speak english? Heloooo, use your smarthone. You can download a digital dictionary in your phone. Is it enough? No! Banyak idiom-idiom (ungkapan-ungkapan) yang gak bisa dicari di kamus, kalian bisa download idiom dictionary juga di HP. Jadi buat apa HP smartphone tapi yang punya gak se-smart phone-nya? Wkwkwk.

Emang sih berbahasa inggris gak segampang yang dikira. Kita gak langsung apal kata dan arti dari sebuah kata yang baru aja dicari di kamus. Tapi dengan kita pake otak kanan, kata itu bisa kita apal terus loh di kepala. Otak kanan? Yak otak yang isinya kreativitas, seni, gambar-gambar dan nada-nada. Gue suka denger lagu-lagu western yang liriknya pasti berbahasa Inggris, disitu gue suka nemu kata-kata yang baru gue temuin. Setelah gue cari artinya di kamus, gue selalu inget lagu yang gue denger di bagian lirik yang ada kata sulitnya itu. Jadi tiap kali gue denger kata itu, otomatis gue nyanyiin bagian lagu itu. Itu adalah salah satu cara buat gampang inget satu kata. Dan maaaasih banyak lagi.

Grammar? Yak grammar adalah salah satu momok bagi orang-orang yang takut berbahasa inggris. Kita takut salah pada tensesnya, kita gatau kapan harus pake verb 1, verb 2 atau verb 3, kita juga bingung naro adverb dimana, kita juga salah gegara kita masih bingung itu kata singular atau plural. But don’t worry! Grammar ain’t everything. Kita bisa pake bahasa inggris gausah sesuai grammar yang penting lawan bicara kita ngerti apa yang kita maksud. Tapi yaaa jangan kebangetan banget lah jadi orang. Jangan selalu merasa bener dalam bahasa Inggris, karena kalo sebenernya itu kita yang salah agak malu juga sih sebenernya. Tapi bukan berarti grammar itu dikesampingkan, salah-salah dikit gapapa yang penting ada evaluasi buat ngebenerinnya.

Dari tadi ngomongin bahasa Inggris terus, mana nih rasa nasionalismenya? Pake bahasa Indonesia aja dong. Sekarang gini aja deh, gimana kita bisa ngajarin orang luar bahasa Indonesia kalo kita sendiri gak kuasain bahasa Inggris?? Gak mungkin kan kita ngajarin bahasa Indonesia dengan full bahasa Indonesia tanpa kata pengantar? Nah itu dia, gimana kita mau mendunia kalo kita gak menerima dunia?

Mulai sekarang kita coba buka diri kita deh, yang tadinya gak mau berbahasa Inggris coba perlahan-lahan kita belajar. Yang tadinya orientasi berpikirnya cuma lingkup nasional coba deh berpikir lebih luas lagi. Dunia semakin canggih loh. Bentar juga bakal ada AFTA atau sama aja MEA yang berarti bakal banyak orang luar yang masuk ke Indonesia dan saingan kita gak cuma orang lokal, tapi internasional. Jangan sampe cuma masalah bahasa dan penyampaian bisa menyurutkan kita buat jadi sukses dan mencapai impian.

Satu quote dari gue:


“Habituate yourself to speak english, HARDER!” – Trah Nugroho 20 y.o.

2 comments:

  1. Akur sekali—bahasa nasional mutlak perlu, tetapi bahasa internasional juga sangat penting.
    (PS: Main scrabble jugakah?)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastinya, hehehe
      dengan main scrabble juga bisa meningkatkan skill english loh

      Delete