Hijab, Tren Atau Syariah Agama? (Hijabers Wajib Masuk)

Selamat datang buat para readers! Dalam pembahasan kali ini gue akan mengulas tentang kehidupan wanita muslim jaman sekarang yang banyak menggunakan hijab. Dalam postingan ini gue disini bukan hijabers, bukan pula ustadz, gue cuma seorang muslim yang menaati syariat agama, jadi yang gue tulis disini cuma sebagai opini semata. CMIIW!


Mungkin udah jadi rahasia umum bahwa kerudung adalah salah satu syariat agama islam bagi muslimah untuk menutup aurat. Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan wajah. Selain itu wanita tidak boleh pake pakaian yang ketat dan tembus pandang. Wanita gak boleh bersentuhan langsung sama lawan jenis. Gak cuma itu aja, wanita juga gak boleh pake pakaian yang ribet dan terlalu mencolok perhatian.

Berikut Ayat-ayat Al Quran tentang Hijab:
  • Hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikit pun, selain yang dikecualikan karena Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak.” (An-Nuur: 31)
  • Allah Subhannahu wa Ta’ala,“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Al Ahzab :59).
  • Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS.Al-Ahzab : 32)
  • Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. (QS.Al-Ahzab : 33)
  • Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. (QS. Al-Ahzab : 53)

Tapi banyak juga hijabers-hijabers yang pakaian dan kelakuannya gak sesuai syariat agama. Ada yang pake jilbab tapi bawahannya ketat a/k/a jilboobs, ada juga yang pake jilbab tapi masih gelayutan sama cowok, ada yang pake jilbab tapi omongannya masih gak bisa di-ayak, ada juga yang pake jilbab tapi doyan ngerokok, ada juga yang pake jilbab di sekolah atau kampus doang tapi kalo dirumah atau jalan sama temennya jilbabnya dibuka, ada juga yang pake jilbab di dunia nyata tapi kalo di sosmed jilbabnya di buka dan masih banyak lagi.

Gue sendiri bingung apa motivasi utama para ‘oknum’ hijabers yang berbuat gak sesuai syariat agama. Harusnya kalo udah berhijab tuh ikutin aturan agama dong, karena atribut agama yang dia pake. Kalo dia melakukan dosa atau berperilaku yang enggak-enggak pasti yang disalahin oleh non-muslim adalah agama islam, padahal yang salah adalah person yang melakukan kesalahan itu.

Menurut gue tanggung aja gitu kalo udah pake jilbab tapi kelakuan masih gak mencerminkan syariat agama. Emang sih harusnya bertahap, mulai dari pake jilbab dulu, terus memperbaiki perkataan dan perbuatan, sampe akhirnya hijab syar’i. Gak bisa orang yang awalnya gak pake jilbab tiba-tiba langsung syar’i, pasti ada tahapannya. Tapi percuma aja kalo cover doang pake jilbab dan gak ada niatan dan aksi buat berubah perilaku dan perkataannya hingga menuju syar’i. MENDINGAN LEPAS AJA HIJABNYA NENG KALO GAK ADA PERUBAHAN PERILAKU DAN PERUBAHAN DALAM DIRINYA SENDIRI, DARIPADA DIBILANG KERUDUNG DUSTA a/k/a KERDUS!!!!

Tapi agak aneh juga sama wanita berhijab syar’i yang pakaiannya panjang sampe nyeret-nyeret tanah yang ada najisnya, apakah sholatnya diterima kalo pakaiannya kotor kena najis yang kita gatau asal muasalnya dari mana? Well, who knows?

Dan agak lucu juga sih sama brand hijab yang ada label halalnya, maksudnya apa coba? Emangnya ada kerudung berbahan dasar najis? Lagipula pakaian wanita kan gak cuma kerudung doang, harusnya baju, rok, celana, kaos kaki, sepatu, mukena dan lain-lain ada label halalnya juga dong! Kan gak lucu kalo kerudungnya halal tapi pakaian bawahnya haram.

Emang berat sih sebenernya kalo para muslimah bener-bener ikutin syariat agama apalagi di negara Indonesia yang bukan merupakan negara islam. Tapi selama ada kemauan dan niatan dari diri sendiri insya Allah bisa sesuai syariat agama.

Sekian dari gue, semoga bisa jadi bahan pertimbangan bagi para wanita yang udah dan belum berhijab. Karena ini menyangkut agama, jadi gabisa dimain-mainin!

Satu quote dari gue:
“Be consistent, actually being consistent is very hard to do!” – Trah Nugroho 20 y.o.

0 Comments:

Post a Comment