Welcome back again to my blogspot fellaass!! Dalam postingan kali ini gue bakal bahas tentang apa yang namanya stereotype hidup orang. Penasaran? Cekidoott!

Stereotipe? Apa sih ituu? Menurut wikipedia sih stereotipe itu artinya adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok dimana orang tersebut dikategorikan.” Cukup dimengerti kan? Intinya sih stereotipe itu kayak penilaian pada orang lain gitulahh.

Banyak orang yang menilai orang lain cuma berdasarkan stereotipe hidup orang itu sendiri. Misalnya kalo orang Batak dinilai wataknya keras, padahal gak semua orang Batak keras juga kan. Atau orang Betawi yang katanya males, padahal keluarga gue orang Betawi dan most of all pada sukses tuh. Jadi intinya kita gak bisa nilai seseorang hanya dari stereotipe hidup yang ada.

Kalo gue pribadi lebih anggep stereotipe itu kayak hal-hal mainstream yang ada di sekitar kita. Banyak hal mainstream yang orang lain suka tapi gue gak suka. Dan itu berarti gue gak masuk ke lingkaran stereotipe hidup mereka. Kok bisa? Ya karena gue punya lingkaran stereotipe hidup gue sendiri.

Kayak misalnya orang anggep cowok bakal lebih keren kalo jadi anak band. Sedangkan gue sendiri yang bukan anak band tapi gue merasa diri gue keren. Ya itu semua karena gue ada di lingkaran stereotipe yang gue bikin sendiri, bukan masuk di lingkaran stereotipe hidup orang-orang kebanyakan.

Ada yang bilang juga kalo cewek cantik adalah cewek yang jago dandan dan make upnya tebel. Padahal menurut gue banyak cewek yang natural tapi tetep cantik, sedangkan yang pake make up malah keliatan aneh dan menor. Itu juga karena stereotipe gue yang bilang begitu, bukan karena kata orang.

Stereotipe itu bagaikan standar. Istilahnya kalo dunia punya standar ISO (International Standard Organization), kita punya standar SNI (Standar Nasional Indonesia). Nah, kita harus bisa bikin standar kita sendiri, jangan ikutin stereotipe orang – orang.

Jadi intinya jangan peduli kata orang kalo lo cupu, gak asik, gak keren, dll. Kalo emang lo merasa diri lo udah keren, ya lanjutin aja. Itu adalah stereotipe hidup lo, lo yang buat, gausah denger kata orang.

Begitu pula kalo orang lain udah merasa keren padahal menurut lo biasa aja yaudah diemin aja. Mungkin dia udah punya stereotipe hidupnya sendiri, biarlah dia berkarya.

Gue rasa cukup, semoga bisa membuka pikiran lo semua terutama lo yang suka di bully dan disisihin dari pergaulan hidup sekitar lo. Wassalam.

Satu quote dari gue:


“I am fabulous and flawless, IN MY OWN WAY!!” – Trah Nugroho 20 y.o.
Selamat datang para readers, kali ini gue punya pembahasan tentang sisi gelap semua manusia. Ya karena semua orang punya sisi gelap pastinya, ya kaan? Okelah langsung masuk yuk.


Everybody’s got their dark side
Do you love me, can you love mine?
Nobody’s pictured perfect
We were worth it
You know that we’re worth it
Can you love me, even with my dark side~

Mungkin itu salah satu penggalan lagunya Kelly Clarkson yang judulnya “Dark Side” di albumnya “Stronger” yang rilis tahun 2012. Disini gue gak akan ulas tentang lagunya Kelly, tapi gue akan ulas tentang sisi gelap kita semua.

Gue yakin banget bahwa sesuci-sucinya orang pasti punya sisi gelap masing-masing. Sisi gelap itu juga pasti berakar dari suatu hal yang mungkin bikin orang itu merasa nge-down atau merasa terpuruk sehingga orang itu milih untuk melakukan cara lain buat ekspresiin dirinya.

Setiap orang juga punya masa-masa kelam yang mungkin gak bisa di ceritain ke orang banyak. Karena hal-hal kayak gitu lebih baik dilupain aja daripada diinget-inget cuma bikin sakit hati. Biasanya masa-masa kelam itu terjadi pas mereka masih cari jati diri mereka dengan menghalalkan berbagai cara buat berekspresi mulai dari ngerokok, seks bebas, clubbing bahkan drugs.

Jaman sekarang dunia emang udah kebalik bro, sis. Orang yang keliatannya alim ternyata cabul, cewek yang keliatannya diem-diem kalem ternyata jablay, cowok-cowok yang keliatannya cool ternyata gay, orang yang ngaku kaya ternyata dia anaknya pengemis, pejabat yang keliatannya baik-baik ternyata koruptor dan masih banyak lagi deh contoh sisi gelap dibalik tiap individu. Bahkan banyak orang yang lebih baik dari kita ternyata masa lalunya lebih kelam dari kita. Kayak Alm. ustadz Jeffry Al Bukhori yang ternyata dulunya pemabuk. Kita bakal berubah kalo emang ada kemauan dari kitanya.

Manusia emang hidup dalam beberapa fase. Yang pertama fase belajar, dimana setiap manusia mempelajari dan mengeksplorasi segala hal yang mau dia jalanin fase inilah manusia belajar kenal dan terima siapa dirinya sendiri hingga dia tau sisi gelap yang ada di dalam diri dia. Yang kedua adalah fase penerapan yang udah dia pelajarin, dimana dia laksanain apapun yang udah dia rencanain pas masih belajar dan ngelakuin apapun yang dia tau setelah dia pelajarin. Dan fase terakhir adalah fase menuai, setelah dia belajar dan menerapkan hasil belajarnya dia bakal memperoleh apapun yang dia lakuin. Nah ini dia yang jangan sampe orang itu nyesel pas tuanya.

Dari tiga fase itu kita harus tau kita lagi dimana dan harus tau gimana kedepannya. Jangan sampe sisi gelap dan masa kelam kita melumpuhkan masa depan kita semua.

Sisi gelap emang susah diilangin, bahkan udah mendarah daging di diri kita. Tapi yang harus kita lakuin adalah jangan sampe sisi gelap kita ketauan orang yg kita gak kehendaki untuk tau. Kita harus tutupin sisi gelap kita se-“flawless” mungkin.

Kalo gue lebih suka menanggap sisi gelap gue dengan Alter Ego a/k/a kepribadian kita yang kedua. Karena sisi gelap kita gak akan bisa nyatu sama sisi terang kita.
Oke sekian dari gue, semoga bisa membuka mata kita semua. Wassalam.

Satu quote dari gue:
“This is who I really am. This is who the f*ck I am!” – Trah Nugroho 20 y.o.