RENUNGAN: Everybody’s Got Their Dark Side

Selamat datang para readers, kali ini gue punya pembahasan tentang sisi gelap semua manusia. Ya karena semua orang punya sisi gelap pastinya, ya kaan? Okelah langsung masuk yuk.


Everybody’s got their dark side
Do you love me, can you love mine?
Nobody’s pictured perfect
We were worth it
You know that we’re worth it
Can you love me, even with my dark side~

Mungkin itu salah satu penggalan lagunya Kelly Clarkson yang judulnya “Dark Side” di albumnya “Stronger” yang rilis tahun 2012. Disini gue gak akan ulas tentang lagunya Kelly, tapi gue akan ulas tentang sisi gelap kita semua.

Gue yakin banget bahwa sesuci-sucinya orang pasti punya sisi gelap masing-masing. Sisi gelap itu juga pasti berakar dari suatu hal yang mungkin bikin orang itu merasa nge-down atau merasa terpuruk sehingga orang itu milih untuk melakukan cara lain buat ekspresiin dirinya.

Setiap orang juga punya masa-masa kelam yang mungkin gak bisa di ceritain ke orang banyak. Karena hal-hal kayak gitu lebih baik dilupain aja daripada diinget-inget cuma bikin sakit hati. Biasanya masa-masa kelam itu terjadi pas mereka masih cari jati diri mereka dengan menghalalkan berbagai cara buat berekspresi mulai dari ngerokok, seks bebas, clubbing bahkan drugs.

Jaman sekarang dunia emang udah kebalik bro, sis. Orang yang keliatannya alim ternyata cabul, cewek yang keliatannya diem-diem kalem ternyata jablay, cowok-cowok yang keliatannya cool ternyata gay, orang yang ngaku kaya ternyata dia anaknya pengemis, pejabat yang keliatannya baik-baik ternyata koruptor dan masih banyak lagi deh contoh sisi gelap dibalik tiap individu. Bahkan banyak orang yang lebih baik dari kita ternyata masa lalunya lebih kelam dari kita. Kayak Alm. ustadz Jeffry Al Bukhori yang ternyata dulunya pemabuk. Kita bakal berubah kalo emang ada kemauan dari kitanya.

Manusia emang hidup dalam beberapa fase. Yang pertama fase belajar, dimana setiap manusia mempelajari dan mengeksplorasi segala hal yang mau dia jalanin fase inilah manusia belajar kenal dan terima siapa dirinya sendiri hingga dia tau sisi gelap yang ada di dalam diri dia. Yang kedua adalah fase penerapan yang udah dia pelajarin, dimana dia laksanain apapun yang udah dia rencanain pas masih belajar dan ngelakuin apapun yang dia tau setelah dia pelajarin. Dan fase terakhir adalah fase menuai, setelah dia belajar dan menerapkan hasil belajarnya dia bakal memperoleh apapun yang dia lakuin. Nah ini dia yang jangan sampe orang itu nyesel pas tuanya.

Dari tiga fase itu kita harus tau kita lagi dimana dan harus tau gimana kedepannya. Jangan sampe sisi gelap dan masa kelam kita melumpuhkan masa depan kita semua.

Sisi gelap emang susah diilangin, bahkan udah mendarah daging di diri kita. Tapi yang harus kita lakuin adalah jangan sampe sisi gelap kita ketauan orang yg kita gak kehendaki untuk tau. Kita harus tutupin sisi gelap kita se-“flawless” mungkin.

Kalo gue lebih suka menanggap sisi gelap gue dengan Alter Ego a/k/a kepribadian kita yang kedua. Karena sisi gelap kita gak akan bisa nyatu sama sisi terang kita.
Oke sekian dari gue, semoga bisa membuka mata kita semua. Wassalam.

Satu quote dari gue:
“This is who I really am. This is who the f*ck I am!” – Trah Nugroho 20 y.o.

2 comments:

  1. Gue lg down. tapi gak dalam sisi gelap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. down bukan berarti sisi gelap
      bisa jadi dari diri yg nge-down bakal bawa ke sisi gelap seseorang, who knows~

      Delete