Aku selalu ingat ketika aku dihadapan ribuan pasang mata
I always remember when I was in front of thousand pairs of eyes
Teringat pula teriakkanku yang lantang didepan banyak orang
I also remember my loud scream in front of the crowds
Tapi yang orang lain ingat bukanlah aku
But what others remember is not me
Melainkan orang lain yang sama sekali tidak teriak dengan lantang
Except another that does not scream loudly at all
Aku sering teringat kenangan kita bersama-sama
I often remember our memories together
Tertawa bersama, bersenang-senang bersama dan menangis bersama
Laughing together, having fun together, and crying together
Namun entah dimana engkau berada kawan
But I don’t know where you are buddy
Aku pernah menulis cerita tentang perjalanan persahabatan kita
I have ever written the story about our friendship journey
Namun aku tak tahu apakah kau perduli atau tidak
But I don’t know whether you care or not
Setiap aku melihat balik momen-momen kebersamaan kita, yang ada hanyalah sebuah senyuman
Everytime I look back at our togetherness moments, I can only smile
Akupun tak pula yakin bahwa kau mengingat momen-momen itu
I’m not even sure that you remember those moments
Aku selalu menandai di kalender tanggal ulang tahunmu
I always tag your birthday in my calendar
Tapi entah, apakah kau juga lakukan itu di kalender mu?
But I don’t know, do you also do that in your calendar?
Aku selalu mencoba menjadi orang yang kau ingat
I always attempt to be a person that you remember
Selalu mencoba menjadi ikon yang tak terlupakan
I always try to be an unforgettable icon
Namun, sepertinya itu semua sia-sia
But, it all seems useless
Itu semua hanyalah bayangan semu
It’s all just a deceitful shadow
Memangnya apa salahku?
What was my fault?
Aku berbuat baik padamu
I behave so good to you
Aku bercerita apapun tentang diriku padamu
I tell you anything about my self
Namun kau selalu menanyakan hal yang sama
But you always ask me the same question

Seolah aku tidak pernah menceritakannya padamu sebelumnya
As if I’ve never told you before
Aku hanya bisa iri
I can only be jealous
Iri kepada orang-orang yang masih bisa diingat dan dicari
Jealous to people that still can be remembered and searched
Memangnya siapa aku?
Who am I?
Aku hanyalah sepotong kotoran
I’m just a little piece of shit
Yang tak memiliki apapun
I don’t have anything
Jangankan sebuah karya, pakaian saja aku tak punya
I have no clothes, let alone creations
Kini kawan-kawan ku sudah mulai sibuk
My fellows are busy now
Sibuk dengan dunianya masing-masing
Busy with their own worlds
Sibuk dengan teman-teman barunya
Busy with their new fellows
Sibuk dengan sahabatnya yang ikatan persahabatannya tak bisa dilepas
Busy with their bestfriends that can’t be removed
Sementara aku disini sendiri
Meanwhile I’m all alone here
Menyendiri dalam kesunyian dan kegelapan
Be alone in the quiet and the darkness
Menunggu seseorang yang menelponku
Waiting for somebody calling me
Untuk sekedar menanyai kabar
For just asking how I am
Namun apa daya?
But, what can I do?
Semuanya telah pergi
Everyone has gone
Aku pun dilupakan
I am forgotten
Bahkan aku tak yakin bahwa kawan-kawanku akan datang ke pemakamanku, ketika aku mati
I’m not even sure that my friends will come to my funeral when I die
Aku diam bukan berarti aku bodoh
I’m hushing doesn’t mean I’m fool

Aku hanya merenung
I just wonder
Apakah salahku?
What’s my fault?
Apa aku pernah menyakitimu?
Did I ever hurt you?
Ya sekali lagi aku katakan
Yes once again I tell you
Aku bukanlah apa-apa
I am nothing
Aku hanya sepotong kotoran
I’m just a little piece of shit
Yang hanya lewat sebentar di hidupmu
I just walk through briefly in your life
Kau pun menjadi temanku karena terpaksa bukan?
You are being my friend because of perforce, aren’t you?
Ya sudahlah
Well
Mungkin memang sudah kodratku seperti ini
Maybe I was born this way
Menjadi orang yang selalu dilupakan
Being a person who is always forgotten
Yang tak pernah diingat
Never be remembered
Sedikitpun
iota
Sekian
The End
Selamat datang lagi di blogspot gue, masuk tahun pertama perilisan blogspot ini viewersnya udah sampe 4000 lebih loh, thanks banget ya fellas yang udah sempetin waktu main ke blogspot yang gak seberapa ini, hehe. Langsung aja yuk gausah basa-basi.


Trendsetter (n) seseorang atau sesuatu yang memperkenalkan suatu trend yang baru, bisa berupa fashion, lifestyle, dll.

Follower (n) seseorang atau sesuatu yang mengikuti suatu trend yang udah ada, bisa berupa fashion, lifestyle, dll.

Keliatan bedanya kan? Nah kalian semua termasuk yang mana? Apakah kalian masuk trendsetter atau follower?

Menurut kalian lebih keren mana? Jadi trendsetter atau follower? Kalo gue lebih suka jadi trendsetter, walaupun kadang gue juga suka jadi follower. Semua tergantung situasi dan kondisi. Tapi dibalik itu semua, kita harus punya alasan kenapa kita harus jadi trendsetter atau follower.

Jaman sekarang udah banyak banget orang yang kerjaannya ngikutin gaya orang doang. Lagi jamannya foto selfie pake efek, semuanya ikutan. Lagi jamannya musik EDM, semuanya sok-sokan ngerti. Lagi jamannya clubbing, semuanya gegayaan ikutan. Padahal gue sendiri yakin banget kalo kebanyakan dari mereka gak ngerti apa-apa, ya karena cuma ikut-ikutan dan menurut mereka itu keren yaudah lakonin aja.

Misalnya gini, ada temen lo yang tiba-tiba suka nonton bola padahal sebenernya dia gak ngerti dan gak bisa main bola (biasanya cewek yang begini), dia lakuin itu ya karena sekitar dia isinya soccermania semua. Atau contoh lain, ada orang yang begayaan sok gaul, mainnya sama anak hits yang punya barang branded semua padahal dia juga ngos-ngosan nyari duitnya, dia juga lakuin itu biar ditemenin doang. Gak salah sih, tapi buat apa kalo motivasinya cuma buat ikut-ikutan doang? Biar ditemenin gituh? Percuma aja lo ikut-ikutan tapi lo-nya sendiri gak merasa nyaman dan gak menjadi diri lo sendiri.

Beda lagi sama trendsetter, mereka jadi diri mereka apa adanya. Apa yang mereka punya, yang mereka mau dan mereka suka ya mereka sendiri yang jalanin. Walaupun temen-temen mereka punya hal-hal lain yang bikin orang tertarik buat ikutan, tapi mereka tetep gigih pada pendirian mereka dengan apa yang mereka punya. Dan malah ujung-ujungnya mereka yang diikutin sama temen-temen mereka yang gak punya pendirian a/k/a follower.

Contoh simple ada di diri gue. Gue putusin jadi Littlemonster a/k/a fans Lady Gaga ya karena gue sendiri yang mau, bukan karena ikutan temen gue. Malah ujung-ujungnya temen gue bahkan mantan gue malah suka sama Lady Gaga juga, ya itu karena mereka bergaul sama gue. Atau contoh lain, gue suka pelihara ikan, gue punya 3 ikan mas koki, itu karena gue-nya sendiri yang pengen beli, bukannya ikutin temen gue yang lain. Alhasil temen gue ada yang pengen pelihara ikan setelah gue cerita tentang ikan-ikan gue.

Gak cuma itu, temen gue pada suka nonton sepak bola, banyak dari mereka yang punya club kesukaan. Tapi gue enggak. Kenapa? Ya karena itu bukan passion gue, gue gak mau ikut-ikutan doang. Kalopun gue paksain tetep aja gak bisa, karena gue gak minat. Atau contoh lain, temen gue pada suka main game online di HP Androidnya, tapi gue gak ikutan. Kenapa? Ya karena gue gak mau kecanduan. Gue gak mau ikut-ikutan karena ya seperti yang gue sebut diatas, itu bukan passion gue.

Masih banyak contoh lain, apalagi di sosmed, banyak yg suka pasang foto atau ngepost yang intinya ikut-ikutan doang di sosmed tanpa mereka ngerti apa inti dan maksud dari yang mereka posting itu.

Gue harap bisa buka mata kalian ya, mending tentuin deh mau jadi trendsetter atau jadi follower. Sekian dari gue!

Satu quote dari gue:
“Don’t just read the writings that written by other people, but write your own writings” – Trah Nugroho 20 y.o.