Jadilah Trendsetter, Jangan Cuma Jadi Follower!

Selamat datang lagi di blogspot gue, masuk tahun pertama perilisan blogspot ini viewersnya udah sampe 4000 lebih loh, thanks banget ya fellas yang udah sempetin waktu main ke blogspot yang gak seberapa ini, hehe. Langsung aja yuk gausah basa-basi.


Trendsetter (n) seseorang atau sesuatu yang memperkenalkan suatu trend yang baru, bisa berupa fashion, lifestyle, dll.

Follower (n) seseorang atau sesuatu yang mengikuti suatu trend yang udah ada, bisa berupa fashion, lifestyle, dll.

Keliatan bedanya kan? Nah kalian semua termasuk yang mana? Apakah kalian masuk trendsetter atau follower?

Menurut kalian lebih keren mana? Jadi trendsetter atau follower? Kalo gue lebih suka jadi trendsetter, walaupun kadang gue juga suka jadi follower. Semua tergantung situasi dan kondisi. Tapi dibalik itu semua, kita harus punya alasan kenapa kita harus jadi trendsetter atau follower.

Jaman sekarang udah banyak banget orang yang kerjaannya ngikutin gaya orang doang. Lagi jamannya foto selfie pake efek, semuanya ikutan. Lagi jamannya musik EDM, semuanya sok-sokan ngerti. Lagi jamannya clubbing, semuanya gegayaan ikutan. Padahal gue sendiri yakin banget kalo kebanyakan dari mereka gak ngerti apa-apa, ya karena cuma ikut-ikutan dan menurut mereka itu keren yaudah lakonin aja.

Misalnya gini, ada temen lo yang tiba-tiba suka nonton bola padahal sebenernya dia gak ngerti dan gak bisa main bola (biasanya cewek yang begini), dia lakuin itu ya karena sekitar dia isinya soccermania semua. Atau contoh lain, ada orang yang begayaan sok gaul, mainnya sama anak hits yang punya barang branded semua padahal dia juga ngos-ngosan nyari duitnya, dia juga lakuin itu biar ditemenin doang. Gak salah sih, tapi buat apa kalo motivasinya cuma buat ikut-ikutan doang? Biar ditemenin gituh? Percuma aja lo ikut-ikutan tapi lo-nya sendiri gak merasa nyaman dan gak menjadi diri lo sendiri.

Beda lagi sama trendsetter, mereka jadi diri mereka apa adanya. Apa yang mereka punya, yang mereka mau dan mereka suka ya mereka sendiri yang jalanin. Walaupun temen-temen mereka punya hal-hal lain yang bikin orang tertarik buat ikutan, tapi mereka tetep gigih pada pendirian mereka dengan apa yang mereka punya. Dan malah ujung-ujungnya mereka yang diikutin sama temen-temen mereka yang gak punya pendirian a/k/a follower.

Contoh simple ada di diri gue. Gue putusin jadi Littlemonster a/k/a fans Lady Gaga ya karena gue sendiri yang mau, bukan karena ikutan temen gue. Malah ujung-ujungnya temen gue bahkan mantan gue malah suka sama Lady Gaga juga, ya itu karena mereka bergaul sama gue. Atau contoh lain, gue suka pelihara ikan, gue punya 3 ikan mas koki, itu karena gue-nya sendiri yang pengen beli, bukannya ikutin temen gue yang lain. Alhasil temen gue ada yang pengen pelihara ikan setelah gue cerita tentang ikan-ikan gue.

Gak cuma itu, temen gue pada suka nonton sepak bola, banyak dari mereka yang punya club kesukaan. Tapi gue enggak. Kenapa? Ya karena itu bukan passion gue, gue gak mau ikut-ikutan doang. Kalopun gue paksain tetep aja gak bisa, karena gue gak minat. Atau contoh lain, temen gue pada suka main game online di HP Androidnya, tapi gue gak ikutan. Kenapa? Ya karena gue gak mau kecanduan. Gue gak mau ikut-ikutan karena ya seperti yang gue sebut diatas, itu bukan passion gue.

Masih banyak contoh lain, apalagi di sosmed, banyak yg suka pasang foto atau ngepost yang intinya ikut-ikutan doang di sosmed tanpa mereka ngerti apa inti dan maksud dari yang mereka posting itu.

Gue harap bisa buka mata kalian ya, mending tentuin deh mau jadi trendsetter atau jadi follower. Sekian dari gue!

Satu quote dari gue:
“Don’t just read the writings that written by other people, but write your own writings” – Trah Nugroho 20 y.o.

0 Comments:

Post a Comment