Selamat datang guys, kali ini gue mau bahas tentang media, media massa lengkapnya. Gausah basa-basi langsung mulai aja yuk......

Source brusselmedia.be
Media, ya semua orang pasti tau karena media sekarang udah jadi kebutuhan hidup manusia selain sandang, pangan dan papan. Tiap hari orang butuh media, baik internet, TV, radio ataupun koran dan majalah. Yang dicari di media apa aja sih? Ya pastinya berita terbaru, hiburan terbaru bahkan sampe hoax sekalipun.

Jaman sekarang kita ga bisa tentuin mana yang asli dan mana yang hoax. Apalagi jari orang main sembarangan aja ngeshare berita yang asal-usulnya gatau darimana. Gak bisa terprovokasi sedikit, langsung share. Share sana share sini. Ya tau sendiri orang Indo kebanyakan pola pikirnya masih sumbu pendek, alias cepet ambil kesimpulan sebelum menelaah terlebih dahulu. Baca berita hoax dikit langsung percaya, padahal kita sendiri gatau itu sumbernya terpercaya apa enggak. Makanya akhirnya UU ITE diberlakukan juga.

Gue juga gak ngerti sama media massa sekarang mana yang bener. Karena udah kebanyakan dipegang sama aktor politik. Semua berita isinya beda-beda. Di TV sini beritanya begini, di TV sana beritanya begitu. Gatau mana yang bener. Kebanyakan juga isinya memihak sama pihak-pihak tertentu.

Gue udah banyak dapet informasi dari media, terutama tentang politik saat ini. Gue sendiri gak ngerti kenapa banyak orang yang terlalu "pro" sama seseorang tokoh politik. Gak peduli itu orang bener atau salah tetep aja didukung. Dia melakukan kebaikan didukung, oke itu wajar. Atau mungkin dia melakukan kesalahan tetep didukung. Ada lagi orang yang "kontra" terus sama orang yang sebenernya baik-baik aja. Dia melakukan kebaikan dianggapnya pencitraan, dia melakukan kesalahan langsung dijelek-jelekin. Orang jaman sekarang tuh bener-bener gak bisa nilai seseorang secara obyektif.

Ada lagi yang membenci orang atas nama agama. Pak, bu, di dalam agama gak diajarin kebencian. Semua agama pasti ajarin kedamaian. Gue paling gak suka kalo ada orang yang terlalu membesar-besarkan semuanya atas nama agama, seolah-olah mereka Imannya udah bener banget gitu.

Gue akuin gue beragama Islam, tapi gue gak terlalu suka kalo kita benci orang dan memproklamirkannya atas nama agama. Emang sih pedoman hidup kita adalah Kitab Suci agama masing-masing, tapi gak berarti kita harus membenci orang yang gak seiman. Kan udah disebut di QS Al-Kaafirun [6] : "Bagimu agamamu, bagiku agamaku." Biarkan mereka ikutin agama mereka dan kita ikutin agama kita. Emang ada baiknya kita mengajak mereka (baca: non muslim) ke jalan yang benar (baca: masuk islam), tapi dengan cara yang lembut dan pelan-pelan dong pastinya, bukan dengan cara radikal seperti yang di beritain media saat ini. Yaaa balik lagi ke media kan ujung-ujungnya.

Yaa contoh aja kasus FPI yang di Bandung gak bolehin ada acara Natal di suatu tempat umum sampe ada demo. Atau pembakaran masjid di Papua. Kayaknya hal-hal kayak gitu merupakan sasaran empuk media buat jadi pemberitaan. Sedangkan cerita tentang toleransi beragama jaaaaaaaarang banget di beritain. Coba liat aja broadcast grup kalian isinya kebanyakan apa? Berita-berita aneh kan? Sekalinya berita bener ujung-ujungnya "sebarkan ke yang lain maka akan dapet bla bla blaa...." jadi kalo kita gak nyebarin kita dosa gitu??

Contoh lain adalah temen gue seorang aktivis mahasiswa yang di beritain mau terobos masuk ke kantor Gubernur pas ada demonstrasi mahasiswa karena sebuah kasus. Aslinya dia mau sholat Ashar di masjid kantor balaikota, tapi diberitainnya dia pura-pura mau sholat dan mau terobos masuk ke kantor Gubernur. Tuh berita gitu aja di pelintir sama media.

Ada lagi kejadian pas rumah tetangga gue kebakaran tahun 2012. Aslinya rumah yang ludes cuma 2, eh diberitain di media massa ada 5. Aneh gak sih? Gue ada di lokasi kebakaran loh yang pasti lebih tau mana yang bener. Kocakk.....

Sumber liputan6.com

sumber antaranews.com

Sumber facebook.com/trah.nugroho

Itu cuma kasus kebakaran rumah loh, gaada unsur politisasi, beritanya udah semrawut.

Menurut kalian pelaku media itu siapa sih? Apakah wartawan? Editor? Reporter? Dan temen-temennya aja? Jelas jawaban kalian salah!! Di era modern kayak sekarang ini siapapun bisa jadi wartawan, termasuk kita. Kita dapet isu dikit langsung sebar di grup chat, share di sosmed, semuanya deh. Tangan rasanya pada gatel pengen nyebar berita yang gatau siapa yang buat.

Belom lagi kalo kita buka kolom komentar sebuah berita di internet. Isinya tuh jelek-jelekin semua, cuma sedikit yang mengapresiasi. Seolah mereka yang komentar merasa paling bener, seolah mereka adalah ahli, seolah mereka lebih hebat daripada pemerintah itu sendiri. Padahal aslinya mereka cuma apa sih? Anak sekolah ingusan, pegawai dengan gaji UMR, orang yang agama cuma di KTP doang, hahahahahaha!!!!

Orang-orang sok tau di sosmed

Yaa intinya jangan terlalu percaya sama media massa sekarang deh. Kalo bisa kita cari dari banyak sumber, atau langsung ke sumbernya aja untuk klarifikasi, biar gak ada miss communication. Ibaratnya kayak permainan bisik-bisikkan aja, sumber utamanya apa eh pas sampe ujung beritanya apa, kan melenceng.

Kalo denger berita Jokowi PKI lah, atau SBY dalang aksi damai 411 dan 212 lah, atau uang baru yang ada lambang PKI lah, mendingan kita cari sumber yang bener aja lah. Gak usah share yang aneh-aneh ke grup chat atau sosmed daripada berakhir yang enggak-enggak. Cukup tau ajah kalo kata anak kekinian.

Sekian dari gue, semoga bermanfaat.

See also:
Source: LadyGagaVEVO
"I Was Born This Way"
Gatau udah berapa kali gue sebutin kalimat tersebut. Kalimat yang meng-ekpresikan diri gue ketika gue seneng, sedih, marah dan lain-lain deh pokoknya. Sebuah kalimat yang membakar semangat, membuat hati berkobar-kobar, mengubah rasa takut menjadi sebuah keberanian, rasa sedih jadi kegembiraan, bahkan rasa gundah jadi motivasi.

Memang apa sih di balik kalimat tersebut?? Kalo diartikan ke bahasa Indonesia jadi "Aku Terlahir Seperti Ini". Terus apa spesialnya??

Kalimat tersebut gue dapet dari lagu Lady Gaga yang judulnya Born This Way yang dirilis di album berjudul sama, Born This Way (2011). Inti lagunya yaitu adalah bagaimana kita mencintai diri sendiri, menghargai orang lain, jangan pernah takut akan apapun, dan siapapun kita, hitam / putih, normal / disabilitas, cakep / jelek, cewek / cowok, yaa kita terlahir seperti ini.

Gue lebih nangkepnya kita harus bersyukur sama kodrat kita masing-masing. Menjadi diri sendiri, gausah berpura-pura menjadi orang lain, tetep percaya diri, dan bangga sama apapun yang kita hasilkan.

Banyak diantara kita yang masih gak bersyukur atas apapun yang Tuhan berikan kepada kita. Yang aslinya cantik masih berasa jelek, yang aslinya kaya masih berasa miskin, dan banyak lagi contohnya.

Kita harus bangga sama apa yang bisa kita lakukan. Dan kita juga harus respect sama orang lain. Misalnya kita liat orang yang memiliki keterbatasan, kita jangan selalu nge-judge orang itu dari keterbatasannya aja, gue yakin kalo dia punya sesuatu yang mungkin kita semua gak punya. Kalo ada cowok kemayu pasti yang menjadi ciri utamanya adalah "ke-kemayu-annya" itu, atau bahkan ada orang yang gak sempurna secara fisik pasti yang menjadi ciri utamanya adalah penampilan fisiknya itu.

"Eh lo kenal Doni gak?", seseorang bertanya pada temannya.
"Kenal kok, yang ngondek itu kan?", Jawab temannya.

"Tau Anna gak?", seseorang bertanya pada temannya.
"Tau kok, itu yang tangannya buntung kan?", jawab temannya.

Ya emang itu bisa jadi adalah ciri khas yang bener-bener mencirikan mereka sih, tapi kalo mereka denger hal tersebut dan membuat tersinggung gimana? Mereka tuh terlahir seperti itu loh! They were born that way! Tuhan yang membuat mereka seperti itu! Kalo kalian masih beranggapan mereka "cacat" sama aja kalian jahat! Mereka itu manusia!!!!!!

Kalopun mau mencirikan mereka seperti itu ada baiknya diperhalus kata-katanya.

"Eh lo kenal Doni gak?", seseorang bertanya pada temannya.
"Kenal kok, yang maaf agak melambai itu kan?", Jawab temannya.

"Tau Anna gak?", seseorang bertanya pada temannya.
"Tau kok, itu yang maaf tangannya gak sempurna kan?", jawab temannya.

Tiap manusia pasti udah diajarin tata krama kan?

Intinya kita harus mencintai diri sendiri, menghargai orang lain dan jangan pernah takut akan apapun. Sesuai dengan lirik lagu Born This Way......

I'm beautiful in my way
'Cuz God makes no mistakes
I'm on the right track
Baby, I was born this way

Don't hide yourself in regret
Just love yourself and you're set
I'm on the right track
Baby, I was born this way

Pokoknya kalo ada apapun yang terjadi sama kita, entah dihina, dianggap rendah, dibuang, dikucilkan dan bahkan dibully, selalu tanamkan dalam hati bahwa "Aku terlahir seperti ini, I was born this way".

Satu quote dari Lady Gaga:
"I just wanna be myself and I want you to love me for who I am"

See also:
Akhirnya masuk ke tahun 2017 juga guys. Gak berasa blogspot ini bakal berumur 2 tahun di bulan Mei ini, waaw. Dan postingan ini merupakan postingan pertama gue di tahun 2017. Yuk ah langsung bahas apa itu dunia kerja.

courtesy Weber Shandwick

Namanya juga tahapan hidup manusia, dimulai dari kita yang belajar lalu bekerja dan terakhir menuai hasil. Kali ini gue ada di fase dimana gue harus bekerja alias di fase tengah-tengah Bisa dibilang juga ini adalah masa puncak kehidupan manusia, dimana energi kita, akal kita, materi kita semuanya berkumpul jadi satu. Dan satu yang menjadi pertanyaan, "Apakah dunia kerja berbeda dari dunia sekolah?"

Jawabannya yaa pasti beda. Kenapa? Ya karena di dunia kerja kita udah bisa menghasilkan uang, sedangkan kalo masa sekolah kita masih minta uang ke orang tua. Simplenya sih begitu, tapi masih banyak yang kompleks loh.

Kalo di sekolah temen kita semuanya sebaya jadi kita lebih gampang nyambung dalam bercerita, sedangkan dalam dunia kerja gak semuanya sepantaran. Ada yang lebih tua ada yang lebih muda. Yang pasti kalo udah kerja lingkup bergaul, bahasa gaul kekinian dan pemikiran kita bakal berubah banget daripada waktu kita sekolah atau kuliah.

Di sekolah atau bangku kuliah siapapun bisa jadi temen, bahkan orang yang jadi saingan kita dalam ranking bisa aja jadi temen diskusi atau ngerjain tugas. Sedangkan dalam kerja? Ya kita emang bisa bertemen sama siapa aja bahkan bisa juga bermusuhan sama siapa aja, tapi kita juga harus banget yang namanya hati-hati. Ya intinya sih kita harus baik-baik dalam bekerja.

Kalo kita cari sahabat di SMP, SMA atau kuliah emang tergolong gampang. Tapi kalo cari sahabat di kantor? Kalo bisa lo punya minat yang sama kayak dia diluar urusan pekerjaan, misalnya kayak hobi futsal, hobi bersepeda atau suka aliran musik yang sama. Kenapa? Ya karena lo gak mau kan punya sahabat yang cuma bisa cerita-cerita cuma soal kerjaan? Yang ada malah nambah stress kan?

Selain itu kalo ngomongin soal salary dan tanggung jawab, itu adalah hal yang paaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaling sensitif!!!! Ada yang tanggung jawabnya besar tapi salarynya kecil, begitu pula sebaliknya. Itu adalah hal yang paling nyakitin kalo kita tau.

Yang paling menyakitkan adalah ketika orang yang menjadi tangan kanan bos gak suka sama kita, yang pasti bos kita juga secara gak langsung bakal gak suka juga sama kita.

Gue udah sering dibilangin sama temen gue kalo kita jangan terlalu terbuka tentang diri kita ke partner kerja kita sendiri. Kenapa? Karena hal itu bisa ngejeblosin kita sendiri. Kalo dia tau celah kita dikit aja, bisa abis kita nantinya. Walaupun siapapun bisa jadi temen tapi jangan terlalu percaya 100% sama orang itu.

Trus kita harus gimana kalo di dunia kerja? Gampang kok, kita yang pasti harus baik sama orang lain, jangan tinggiin nada suara karena persepsi orang beda-beda, padahal kita biasa aja tapi dengan nada suara yang tinggi orang kirain kita marah-marah. Trus juga jangan mau nurut aja disuruh ngapa-ngapain, ini agak susah menurut gue apalagi gue adalah fresh graduate yang masih polos. Karena kita bakal dilakukan semena-mena kalo kita nurut terus. Selain itu juga biasakan ucapkan 3 Magic Words (Permisi, Tolong, Terima Kasih) "permisi pak, bisa tolong tanda tangan surat ini? terimakasih", sepele sih tapi penting banget, walaupun gak pernah ditulis di peraturan tapi ini adalah tata krama yang perlu di catat dalam diri kita masing-masing. Dan yang terakhir adalah inisiatif, jangan tunggu disuruh, tanya kalo gak tau, tapi biasakan cari tau sendiri sebelum tanya, bantuin partner kerja yang kerjaannya numpuk.

Itulah dari gue, semoga bisa menginspirasi kalian semua terutama yang baru mulai kerja atau bahkan yang baru mau masuk dunia kerja.

Satu quote dari gue:
"Be nice, and people will also be nice to you" - Trah Nugroho 21 y.o.

See also: