Dengan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Mari Bekerja Bersama #UbahJakarta


Illustrasi MRT
source : https://jakartamrt.co.id/ruang-media/galeri-foto/
Kerja, sekolah, kuliah atau hal-hal lain sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi para warga DKI Jakarta yang berdasarkan data BPS Provinsi DKI Jakarta tahun 2015 sudah mencapai 10.177.924 jiwa. Untuk menjalankan rutinitas sehari-hari tersebut, semua warga DKI pastinya butuh mobilisasi setiap hari. Entah dengan kendaraan umum, angkutan berbasis online atau mungkin dengan kendaraan pribadi pastinya sangat dibutuhkan oleh warga DKI.


Tetapi nyatanya masih sedikit kesadaran masyarakat Jakarta untuk memilih moda angkutan transportasi umum sebagai pilihan utama dalam mobilisasi sehari-hari. Hanya sekitar 24% warga Jakarta yang memilih kendaraan umum sebagai mobilisasi utama sehari-hari (Sumber: kompas.com). Salah satu faktor penyebabnya adalah tidak semua sarana angkutan umum yang sesuai dengan ekspektasi masyarakat, baik dari segi waktu, biaya, keamanan maupun kenyamanan. Oleh karena itu, masih banyak warga Jakarta yang memilih kendaraan pribadi sebagai mobilisasi sehari-hari mereka.

Kemacetan di Jakarta
source : http://www.globalindonesianvoices.com/5687/solving-jakartas-traffic-congestion/
Bisa dibayangkan jika 10 juta warga Jakarta tersebut secara keseluruhan menggunakan kendaraan pribadi. Kemacetan total akan terjadi di sepanjang ruas jalan DKI Jakarta. Jarak antara Senayan - Bundaran HI sekitar 6 km yang harusnya dapat ditempuh dalam 10 menit, bisa terulur menjadi 2 jam lebih karena semua kendaraan pribadi yang tumpah ruah di sepanjang jalan Sudirman.
Transjakarta
source : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=130510743
KRL Comuter Line Jabodetabek
source : http://unjkita.com/mulai-april-8-krl-jakarta-kota-bekasi-pp-lewati-stasiun-senen/
Pemerintah sudah menyediakan sarana transportasi seperti Kereta Commuter Line dan Transjakarta untuk memudahkan warga Jakarta dalam mobilisasi sehari-hari. Dengan sistem full e-ticketing untuk mempermudah pengguna dalam pembayaran. Kedua sarana ini dinilai cukup ampuh dalam penyediaan jasa transportasi ibukota. Oleh karena itu, pengembangan-pengembangan selalu diupayakan pemerintah agar kedua sarana ini tetap optimal dengan menambah armada transportasi maupun dengan menambah alternatif pilihan sarana transportasi lain.

Ilustrasi MRT Jakarta
source : http://www.en.netralnews.com/news/opinion/read/6125/an.immediate.challenge.of.jakarta.mrt
Dan yang menjadi sarana transportasi andalan DKI Jakarta akan segera terealisasi di tahun 2019 ini yaitu Mass Rapid Transit atau yang kita kenal dengan MRT Jakarta. Proyek MRT yang sekarang sedang dilaksanakan yaitu Koridor Selatan - Utara tahap I akan mencakup jalur sepanjang sekitar 16 km dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Sedangkan total perencanaan jalur MRT yang akan dibangun akan membentang sejauh jalur Selatan - Utara yaitu dari Lebak Bulus, Blok M, Kota hingga Kampung Bandan serta jalur Timur - Barat yang masih dalam tahap studi kelayakan mencakup Bekasi, Kelapa Gading, Senen, Grogol hingga Tangerang. Bisa dibayangkan bagaimana mudahnya menjangkau transportasi umum berbasis monorel yang satu ini.

Peta Jalur MRT Jakarta
source : https://jakartabytrain.com/the-maps/jakarta-mrt-route-map/
MRT Jakarta memiliki jalur sendiri yang dibagi menjadi 2 jalur, yaitu jalur layang dan jalur bawah tanah. Sebagai contoh yaitu di Koridor Lebak Bulus - Bundaran HI akan dibuat 2 jalur. Jalur layang akan membentang sepanjang Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja. Sedangkan jalur bawah tanah akan membentang sepanjang Sisingamangaraja - Bundaran HI. Bila di perkirakan estimasi waktu dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI yaitu 30 menit. Dari yang biasanya bisa sampai 1 jam lebih, namun dengan menggunakan MRT akan memangkas waktu hingga 30 menit. Sungguh menguntungkan bukan?










Tata Cara Menggunakan MRT
Source : https://jakartamrt.co.id/edukasi/cara-menggunakan-mrt/
Kemudahan penggunaan dan layanan dari MRT juga dapat menarik minat warga DKI Jakarta untuk memilih MRT sebagai mobilisasi utama sehari-hari. Sama seperti KRL dan Transjakarta, sistem MRT juga menggunakan full e-ticketing dimana setiap pengguna cukup menggunakan kartu yang dapat diisi ulang dan di tempel ke mesin tiket. Hal tersebut digunakan untuk mempersingkat waktu baik bagi pengguna maupun petugas.

Jika kita tengok ke negara-negara tetangga atau negara-negara maju seperti Jepang, Singapura, Jerman, dll, sistem MRT ini sudah dilaksanakan bertahun-tahun lalu. Tidak heran kalau banyak masyarakat dari negara-negara maju yang lebih memilih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi. Dengan begitu kita harapkan di Jakarta atau bahkan seluruh Indonesia sistem MRT bisa dikembangkan guna mempermudah mobilisasi masyarakat dan mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan pribadi. 

Gambar Jalur Bawah Tanah MRT Jakarta
source : https://jakartamrt.co.id/ruang-media/galeri-foto/
Per-Juli 2017 progres pekerjaan proyek konstruksi MRT Jakarta tahap I sudah mencapai 76 persen (sumber: jakartamrt.com). Kurang dari dua tahun lagi warga Jakarta akan merasakan pengalaman menggunakan angkutan umum yang akan menjadi andalan DKI Jakarta di tahun 2019. Tugas kita sekarang sebagai warga kota DKI Jakarta yang teladan adalah menunggu hingga MRT Jakarta resmi dibuka untuk publik.

Dengan demikian, sebagai warga Jakarta yang siap meng- #UbahJakarta, marilah bersama-sama kita majukan kota kita yang tercinta ini dimulai dari hal-hal sederhana seperti menggunakan sarana yang disediakan Pemerintah seperti MRT Jakarta. Karena dalam pembangunan sebuah kota atau negara maju yang banyak bertindak bukan hanya pemerintahnya saja, namun "kita" sebagai warga yang memiliki peran utama dalam pembangunan masyarakat yang disiplin, modern dan maju.

Jadi sudah siapkah anda Bekerja Bersama #UbahJakarta ?

Jawaban saya adalah "Saya siap!!" 

Saya yang Siap Bekerja Bersama #UbahJakarta
Dibuat oleh : Trah Nugroho
Dengan diolah dari beberapa sumber.


Website resmi MRT Jakarta

0 Comments:

Post a Comment