Kenapa Lagu Barat Lebih Enak Didengar daripada Lagu Lokal?

Welcome back with me Trah Nugroho on my new post. Kali ini gue mau bahas tentang selera musik antara lagu barat atau Indo, enakan mana sih?
Illustration of Western Musician vs Indonesian Musician
I don't know why gue suka lagu luar especially lagu-lagu barat ketimbang lagu Indonesia. Kalo boleh jujur di playlist gue maupun di laptop atau HP gaada satupun lagu Indonesia. Kalo di spotify gue nge-save juga sih lagu Indo, itupun juga macam lagu Peterpan, Afgan, Agnes Monica & Raisa, itu doang.

Btw kenapa bisa gitu?? Kenapa gue lebih suka lagu luar??

Gue akuin dulu jaman alay-alaynya gue yaitu 2007-2009 which was 10 years ago, gue sukanya lagu Indo. Radio gue gen fm saat itu, tontonan gue MTv, Dahsyat, Inbox dan beberapa acara musik yang masih banyak di tahun itu, gak kayak sekarang. Dulu entah mengapa lagu Indo enak banget di dengernya, gue saat itu gak terlalu mikirin lirik lagu, yang gue pikirin adalah lagu itu enak di denger apa enggak.

Beranjak makin remaja di tahun 2010, makin terbuka lebar lah cakrawala musik gue. Dulu gue yang suka Peterpan, Afgan, Ratu,  Dewa 19 dll akhirnya gue mulai tinggalkan itu semua. Inget banget dulu jamannya lagunya Jason Mraz - I'm Yours masih overplayed di radio-radio, begitupula lagu David Archuleta - Crush yang bikin pengen nyanyi terus ditambah lagi lagu Lady Gaga - Just Dance. Emang sih ketiga lagu itu dirilis di 2008, oke gue akuin gue telat hits saat itu.

Namun sejak 2010 gue udah gak pernah lagi nonton acara TV musik Indo yang menurut gue udah makin alay, lagu lokal yang setelah gue dalami lirik dan maknanya yaa kebanyakan isinya itu-itu aja, kalo gak melulu tentang jatuh cinta atau enggak tentang patah hati. Selaaaaaaaaaaaaluuuuuuuuuu lagu Indo isinya itu-itu aja dengan balutan diksi yang seringkali kedengeran standar di kuping. Makanya gue mulai bosen.

Mulailah gue denger prambors radio & browsing musik baru di YouTube + billboard yang lebih luas lagi sehingga gue tau lagu-lagu terupdate tpai harinya.

Salah satu alasan gue suka lagu Barat adalah tema tentang lagu Barat yang variatif, ada yang tentang jatuh dan putus cinta, self empowering, lagu buat sekedar dance and party, bahkan ada juga lagu tentang sex (eits ini mah sesat). Dan lirik lagu Barat itu selalu dibalut dengan diksi yang berupa majas, bermakna dan bisa jadi multitafsir. Yaa karena namanya juga seniman, pasti kan sudut pandang pas ciptain lagu beda-beda, begitupula kita yang denger pasti bakal mikir beda. The fact is everything has its own philosophy.
Image result for the man who can't be moved
The Man Who Can't Be Moved single cover
Contoh aja lagunya The Script yang judulnya The Man Who Can't Be Moved, sumpah gue akuin itu lagu cowok tergalau yang pernah ada. Mark Sheehan cs sebagai penulis lagu bikin perumpamaan seolah cowok itu saking ga bisa move on dari ceweknya sampe pergi ke tempat mereka ketemu berharap cewek itu bisa nemuin dia lagi, dia gak mau pulang, sampe orang pada liatin dan polisi sampe bilang "Son you can't stay here" tapi dia kekeuh mau ketemu ceweknya. Gue akuin penulis lagunya ini bener-bener jenius dalam buat perumpamaan.
Image result for viva la vida coldplay
Viva la Vida album cover
Coba denger juga lagu Coldplay yang Viva la Vida, yang isinya dibuat perumpamaan kehidupan Raja Romawi yang jatuh karena keserakahan dan perbuatannya sendiri sampe akhirnya Kerajaan itu jatuh dan porak poranda. Gue suka diksi dari lagu yang dibuat oleh Chris Martin cs ini karena banyak majas-majas yang tersirat yang bikin perspektif makin banyak dalam menafsirkan lagu ini. "Sweep the streets I used to own" adalah klausa yang entah mengapa paling gue suka di lagu ini.
Berurutan dari kiri atas ke Kanan Bawah
Justin Timberlake, Bruno Mars, Lana Del Rey, The Beatles, Queen, David Bowie, Zedd, Martin Garrix
Dan masih banyak lagi kalo mau di ulik satu persatu lagu mana yang liriknya bermutu. Coba denger lagu-lagu Justin Timberlake, Bruno Mars, Lana Del Rey, The Beatles, Queen, David Bowie, atau bahkan DJ kayak Zedd, Martin Garrix, mereka semua punya lagu yang bisa dibilang berkelas.

Tapi gak bisa di pungkiri juga kalo lagu Indonesia juga lumayan banyak yang bagus dalam pemilihan diksi, sebut aja Ariel Peterpan/Noah. Gue akuin gue suka lagu-lagu yang dia tulis karena majas dan diksi yang tersirat & multitafsir. Begitu pula Ahmad Dhani yang "dulu" bagus-bagus lagunya jaman Dewa 19 masih eksis. Begitu pula lagu-lagu band Indie dan band-band baru serupa.

Entah mengapa gue lebih respect sama orang yang punya selera musik yang sama kayak gue, yang kebarat-baratan, asikk. Iya karena gue merasa mereka yang lagunya lokal doang itu payah banget, karena mereka yaaa seleranya lokal, gak internasional. Biasanya kalo gue baru kenal ama orang gue akan telusuri itu orang selera musiknya yang bijimana. Kalo full Barat okey kita bisa temenan, kalo lokal campur barat yaa lumayan lah bisa jadi temen juga, tapi kalo lokal doang yang spesifiknya adalah lagu band alay + dangdut dan gatau lagu luar sama sekali, FIX DIA BUKAN TEMEN GUE.

Menurut gue juga, cewek yang doyan Kpop itu derajatnya lebih tinggi daripada mereka yang doyannya musik lokal doang. At least mereka tuh punya pengetahuan budaya yang lebih luas.

Terus kenapa sih gue menggembor-gemborkan musik barat terus? Ya karena ini bisa jadi salah satu sarana how to improve my english skill, beside that I could learn their culture through their music. Simple sih itu aja.

Kalo dibilang lagu Barat banyak memuja setan gimana? Yaaa balik lagi kita liat dari sudut pandang apa? Kalo kita cuma mau nikmatin musiknya aja silahkan, asalkan kita masih patuh sama kaidah dan akhlak yang berlaku mah gausah dipermasalahin kali. Balik lagi kalo seni itu multitafsir, jadi yaa gue cuma ngikutin bagian yang sesuai sama gue aja.

Gue akuin sekarang gue bingung kenapa anak kecil udah pada bisa nyanyi Havana, Shake It Off dll. Padahal gue aja baru bisa hafal lagu luar itu pas udah SMP. Mungkin karena pengaruh internet yang mempermudah jaman sekarang kali yaa hahaaa.

Sekali lagi gue tekankan bukan berarti gue disrespect musisi lokal yaa, enggak sama sekali kok. Ini cuma masalah selera, mungkin karena gue udah terbiasa denger lagu luar jadi gak biasa denger lagu Indo. Selain itu juga harapannya juga para musisi lokal bisa bersaing dalam materi lagu biar gak kedengeran monoton gitu-gitu aja isi lagunya, apalagi musisi dangdut yang isi lagunya yaa begitulah (kepikiran lagu Hamil duluan, Cinta Satu Malam & Jablay). Maju terus lah buat musisi Indonesia....

Okay thank you for visiting here. So glad to tell what I wanna tell to y'all. Good bye.... and see you on my next post......

*) Sengaja diambil sample lagu-lagu yang mainstream biar lebih mudah dimengerti para pembaca sekalian

1 comment:

  1. Sebenarnya yg bikin lagu indo kurang enak didengar adalah edm dan suasana lagunya bikin pusing harusnya kalo lagu sedih suasananya ya sedih contoh ska 86 sayang 2, lagunya kalo make demonic voice harusnya pas refnya jgn make edm,malah make edm semua jadinya gw yg pengin nikmatin lagunya malah jadi gw hapus lagunya, akhirnya gw jadi suka lagu game hack and slash yg lebih kreatif contoh mgr soundtrack,DMC soundtrack

    ReplyDelete